La Tulipe Cheek and Lip Review

La Tulipe Lip & Cheek Review

[pink shade]

Pada suatu sore yang cerah, diana sedang berkelana di Tokopedia. Lalu, dia tidak sengaja menemukan satu produk yang terlalu eye-catching untuk ukuran produk Indonesia. Apakah itu? La Tulipe Lip & Cheek !

Ngga nyangka aja sih produk selucu ini dari La Tulipe. Biasanya kan packagingnya LT tuh jadul yak.

Selain lucu, dia multifungsi loh! Sesuai namanya, lip & cheek, ini adalah produk untuk bibir dan pipi. Dan yang paling gemesin adalah..........HARGANYA! Cihuy banget deh LT bikin produk.

Tapi apakah produknya sendiri secihuy perkiraan umat manusia?

(ps: kalau kalian nyari review liptint La Tulipe yang baru, ada disini ya!)

Kemasan Produk

Produk ini dikemas dalam box panjang yang desainnya mirip dengan tubenya. Gambarnya mba mba jepun ya? Kayaknya sih iya. Dengan nuansa dominan pink, asli ini kyooood banged :') Walaupun luchuw abis tapi tetep dong, informasinya ngga boleh ada yang kurang. Di bagian samping box kalian bisa lihat warna dari produknya dan juga tanggal expired. Serta di bagian belakang ada penjelasan singkat produk dan ingredientsnya.

Produknya sendiri kemasannya berbentuk tube dengan ukuran 10ml. Di ujung tube ada lubang kecil untuk mengeluarkan produknya sekaligus sebagai aplikator. Bingung nih jelasinnya gimana lihat fotonya diatas aja yak hehe. Yang jelas, menurutku aplikatornya ngga bisa dijadikan aplikator sih. Karena aku ujung-ujungnya juga pakai jari atau kuas untuk mengaplikasikan produk ini.

Tekstur dan Ketahanan

Seperti namanya, produk ini teksturnya cream dan ngga kering, jadi bakal tetap berbentuk krim. Tapi entah gimana ceritanya produk ini tuh makin membuat struktur dari kulitku itu kelihatan. Bahkan bulu-bulu halus tanganku aja kelihatan jelas waktu produk ini aku swatch di tangan. Apalagi di bibir, ya wasalam sudah. Warnanya cuma ada dua yaitu rose dan orange. Dan sayangnya warnanya itu neon semua aku kecewa 🙁 Oh iya, produk ini sheer banget. Untuk dapat intensitas warna seperti di foto aku pakai lumayan banyak produk. Dan makin lama lagi untuk ngeset di kulit. Kegosok dikit bubar warnanya.

aku berharap warna rosenya seperti ini. apalah daya tidak sesuai ekspektasi.

Walaupun produk ini kegosok dikit bubar, dia ninggalin sedikit stain yang kalau ngga bener-bener dipelototin ngga bakal kelihatan. Tapi tenang aja, stainnya bakal hilang pakai makeup remover kok. Tapi ya, yang paling fatal menurutku adalah baunya. Baunya itu kimia banget dan nusuk banget ke hidung. Aku yang amat sangat toleransi sama bau dari suatu produk bisa bilang ngga suka sama sekali sama bau produk ini. Separah itu sih, walaupun baunya juga bentar hilang tapi ya tetap aja gitu. Dikasi bau permen karet gitu kenapa ya, kan packagingnya udah lucu banget ini

Kalau kalian notis, produk ini sebenarnya produk untuk bibir dan pipi. Tapi kalau aku pribadi ngga bisa dan ngga mau juga pakai produk ini di bibir. Karena warnanya sheerdan neon banget. Dan juga bibirku yang 99,999% pasti kering kerontang tidak bisa pakai produk apapun itu yang semakin memperjelas tekstur bibirku. Tapi somehow kalau jadi blush on bagus banget loh, karena warnanya ngga pekat jadi kalau pakai terlalu banyak juga ngga kelihatan menor. Bahkan aku pakai di makeup routine aku juga, soalnya beneran natural hasilnya.

Jadi menurut aku produk ini worthed ngga sih untuk dibeli? Menurut aku worthed ngga worthed sih ya. Produk ini banyakan minusnya daripada cuma sekedar packaging yang lucu.  Tapi kalau kalian pecinta packaging dan ngga peduli sama isinya, atau kalian lagi nyari cream blush yang daily banget, kalian bisa beli produk ini di LAZADA dengan harga Rp. 36.800 ,- .

Diana Safitri

A sloth-blogger based on Surabaya who love eat more than anything. Beauty-related lovers, cute things hoarder, DIY junkies, pengangguran-seumur-hidup-tapi-uang-selalu-cukup wannabe. More about me : @didiana.s on instagram and @blogkatadiana on facebook. See ya!

Lihat Komen